Pages

Minggu, 10 Juni 2012

Dendrologi habitus batang pohon tanjung ( Mimusops elengi ), pohon kayu arang ( Diospyros macrophylla ), dan pohon bungur lilin ( Lagerstroemia speciosa )


Ukuran pohon tanjung ( Mimusops elengi ), pohon kayu arang ( Diospyros macrophylla ), dan pohon bungur lilin ( Lagerstroemia speciosa ) adalah sedang, dimana pohon – pohon tersebut pada fase dewasa mencapai tinggi 9,1444m – 18,288m ( 30 feet – 60 feet ).
Tekstur pohon tanjung ( Mimusops elengi ) dan pohon kayu arang ( Diospyros macrohylla ) memiliki tekstur sedang yaitu pohon yang memiliki daun yang tidak terlalu lebar dan tidak terlalu kecil serta memiliki pohon yang kelihatannya agak kasar jika dilihat dan dirasakan. Sedangkan pohon bungur lilin ( Lagerstroemia speciosa ) memiliki tekstur halus karena memiliki daun lebar yang kecil serta pohonnya kelihatan halus.
Warna pohon tanjung ( Mimusops elengi ) dan pohon bungur lilin ( Lagerstroemia speciosa ) hijau kekuningan karena warna tajuk serta batangnya memiliki warna hijau kekuningan. Sedangkan pada pohon kayu arang ( Diospyros macrophylla ) memiliki warna hijau tua karena tajuk serta pohon didominasi warna hijau tua.
Bentuk tajuk pohon kayu arang ( Diospyros macrophylla ) yaitu kerucut ( pyramidal ) dimana ranting – rantingnya sebagian besar arahtumbuhnya mendatar, tersusun beraturan, tajuk bagian bawah paling lebar kemudian secara teratur makin menyempit kea rah ujung tajuk, sehingga secara keseluruhan system percabangan menghasilkan bentuk tajuk seperti kerucut ( pyramidal ). Pohon bungur lilin memiliki bentuk tajuk tidak beraturan ( irregular ) yaitu tajuk pohon yang dibentuk oleh dahan – dahan dan ranting – ranting yang susunan serta panjang dahan / ranting tidak teratur, sehingga secar keseluruhan bentuk tajuk yang tampak tidak beraturan. Sedangkan bentuk tajuk pohon tanjung ( Mimusops elengi ) memiliki bentuk bundar ( round ) yaitu tajuk pohon yang dibentuk oleh dahan – dahan dan ranting – ranting yang arah tumbuhnya beranekaragam, daun – daunnya lebat, tersusun beraturan, tinggi tajuk lebih kurang sama dengan lebar tajuk, sehingga secara keseluruhan system percabangan ini menghasilkan bentuk tajuk seperti bola.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright (c) 2010 Human and Forest. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.